Halaman Pengantar Keadilan Sosial

Tommy membagikan permen hadiah ulang tahunnya kepada beberapa temannya di sekolah. "Hei! Itu tidak adil!" Anak terkecil berteriak ketika dia hanya mendapat satu permen sementara anak lainnya mendapat tiga. Betul! Anak-anak sejak lahir telah memiliki rasa keadilan dan kebenaran, dan mereka biasanya cepat menyerukan jika terjadi ketidakadilan di sekitar mereka, terutama jika mereka mengalaminya secara pribadi.

Pekerjaan pelayanan Yesus diawali dengan pemberitaan kabar baik tentang keadilan sosial bagi orang miskin, kebebasan bagi tawanan, pemulihan penglihatan bagi orang buta dan pertolongan bagi yang tertindas. Kabar baik yang Yesus bawakan adalah pengharapan dan pemulihan. Menantang orang kaya dan berkuasa yang mempertahankan sistem yang menyengsarakan masyarakat miskin, yang kurang beruntung, rentan dan menderita. Kami percaya Gereja harus menyuarakan tentang kasih Tuhan yang begitu besar serta tantangan bagi orang yang menderita baik spiritual, emosional atau sosial. Kita pun harus menantang sistem yang korup dan tidak adil.

Bala Keselamatan bekerja secara internasional untuk mengatasi kemiskinan dan ketidakadilan yang merendahkan martabat manusia serta mengedukasi masyarakat tentang apa makna hidup dalam kemiskinan – dan apa yang dapat mereka perbuat untuk menolong sesama. Bala keselamatan di Indonesia telah mulai mengatasi isu-isu khusus kemiskinan, angka kematian ibu dan bayi yang tinggi, serta persoalan perdagangan manusia. Kami secara aktif bekerja untuk mewujudkan tiga sasaran khusus dalam Millenium Development Goals [Tujuan Pembangunan Milenium] yang diuraikan oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (#1, #4, #5).

Tommy was sharing his birthday candy with a few friends at school.  “Hey!  That’s not fair!” the smallest boy shouted when he only got one candy and the rest received three.  Yes, children have an innate sense of what is right and fair, and they are usually very quick to call out the injustice within situations around them, especially when it affects them personally.

Jesus’ public ministry began with a social justice proclamation of good news for the poor, freedom for the prisoners, recovery of sight for the blind and relief for the oppressed. The good news of Jesus is one of hope and healing. It is willing to challenge the rich and powerful who sustain a system that leaves the poor and disadvantaged vulnerable and suffering.  We believe the Church must speak out about God’s deep love and challenge for those who are suffering in any way – physical, spiritual, emotional or social.  We, too, must challenge corrupt and unjust systems.

The Salvation Army is working internationally to address the dehumanizing scourge of poverty and injustice and educate the public about what it means to live in poverty – and what they can do to help. The Salvation Army in Indonesia has begun to address specific issues of poverty, the high maternal and infant mortality rates within the country, as well as human trafficking issues. We are actively working towards three specific Millennium Development Goals outlined by the United Nations (#1, #4, #5).

Social Justice has always been part of the Christian agenda.

The need to support the disadvantage, to speak into social injustice, to enpower people and work towards resolution is critical as we live out our lives in community.

To learn more, visit the international social justice web site.