Pada tahap-tahap awal perencanaan Boundless - The Whole World Redeeming, kongres internasional peringatan hut Bala Keselamatan ke-150, Jenderal André Cox menantang tim kongres untuk memastikan agar anak-anak menjadi bagian yang menonjol selama perayaan. Sebagai akibatnya, Boundless Kids adalah tentang memberikan peluang kepada anak-anak dan keluarga untuk terlibat bersama-sama dalam pengalaman kongres.

Anak-anak akan mendapatkan tas Boundless Kids berisi benda-benda dan buku-buku kegiatan yang menghidupkan tema-tema dalam sesi-sesi utama sesuai dengan usia mereka. Entah Saudara akan berada di sana selama lima hari penuh atau hanya untuk beberapa hari saja, anak-anak Saudara dapat mengambil tas di konter informasi.

“Tim kami yang enerjik akan mengajak anak-anak untuk terlibat dalam pengisahan cerita, menyanyi, drama dan menari,” kata Rob Moye, anggota tim dan koordinator Boundless Kids dari Kantor Pusat Teritorial Inggris dan Republik Irlandia. “Kami juga akan menanyakan pertanyaan besar seputar Boundless.”

Selain berada di sekitar ruangan-ruangan di luar O2, satu area khusus di pusat Boundless Experience akan memberikan kesempatan kepada anak-anak dan keluarga untuk terlibat dalam, mengutak-atik dan menjelajah tema-tema seminggu bersama-sama.

“Jika Saudara merasa sesi-sesi utama terlalu berat bagi anak-anak, datangi tenda besar kami,” kata Moye. “Di dalamnya Saudara akan dapat mengalami dan berbagi variasi cara untuk merespons tema hari itu, baik untuk mengelana menyusuri Godly Play [Dolanan Saleh], bersantai dengan kegiatan-kegiatan yang rileks, berpikir lewat diskusi atau kreatif dan membuat sesuatu, maka area ini pas buat Saudara.” Namun, orangtua harus waspada sebab anak-anak harus diawasi sepanjang waktu, karena tujuan area ini adalah mengaktifkan keluarga dan menjadikan setiap orang merasa diterima dalam wahana keluarga yang interaktif ini, untuk mengenal tim dan membangun persahabatan dengan orang-orang di seluruh dunia.

Untuk delegas berusia 11-16 tahun, departemen orang muda ALOVE teritori Inggris dan Repubik Irlandia mengadakan even orang mudat, “NEON,” 2 – 4 Juli mulai pukul 14 - 16:30. Setiap hari orang-orang muda akan diberikan beragam pilihan untuk bergabung ke dalam seperti fotografi, pembuatan film, menari, refleksi, labirin doa, berbagai cerita, permainan, pertandingan, seni dan kerajinan tangan. Karena tema yang diangkat adalah NEON, maka delegasi disarankan untuk mengenakan baju atau membawa sesuatu yang fluoresen [berpendar] atau bercahaya dalam gelap.

Sesi-sesi ini  akan dipandu oleh para pemenang dari Kompetisi Presenter Muda Inggris—Lydia Daniels (Sunderland Monkwearmouth), Becky Elliot (Gloucester), Noah Hilditch (Hendon) dan Anya Williams (Bedford Congress Hall)—dan ibadah yang akan dipimpin oleh band ibadah Second Mile.

Para pembicara termasuk di antaranya: Kapten Marion Platt (Amerika Serikat bagian Selatan) yang akan berceramah tentang Bala Keselamatan yang benar-benar mencerminkan pikiran Yesus; Mayor Janet Robson (Kantor Pusat Internasional) akan berbagi tentang Bala yang Beranekaragam Budaya; dan Mayor Danielle Strickland (Kanada dan Bermuda) akan berbicara tentang Bala yang melayani. Peserta lainnya termasuk di antaranya Paduan Suara Vasa Gospel dari Swedia dan penari balet Shaw Coleman dari Jerman.

“Jangan sampai ketinggalan untuk datang dan berakrab ria dengan orang-orang muda seusiamu, menyembah Tuhan dan bersama-sama merayakan perayaan Bala Keselamatan ke-150,” kata Kathryn Thorp, manajer kegiatan ALOVE. 

Yang terakhir tapi yang sama pentingnya, Late Night Alive adalah acara obrolan tengah malam gratis yang diselengarakan dalam suasana santai dan informal pada penghujung acara setiap harinya. Acara ini terbuka bagi siapa saja dari segala usia yang menginginkan kesempatan untuk berkumpul, nongkrong, dan menikmati atmosfir kongres. Selain band tuan rumah Second Mile, grup-grup lainnya akan menampilkan persembahan yang menjadikan event “round-the-world” ini semakin terasa.

Setiap malam, dua grup akan tampil, memberikan kesempatan kepada orang-orang yang tidak kebagian tiket konser untuk mendengar dan melihat secara dekat grup kesayangan mereka, dan wawancara singkat dengan pemimpin grup. Grup ketiga akan menampilkan persembahan singkat dan salah satu tamu akan dipilih untuk tampil bersama dengan mereka. Antrian yang akan tampil termasuk di antaranya: Hawaii Hula Halau, Korean Fan Dancers dan Amsterdam Staff Songsters. 

“Masih banyak acara-acara menarik yang akan digelar, salah satunya adalah pembicara dari arena utama yang akan datang pada Late Night Alive yang ditantang untuk meringkaskan khotbah mereka menjadi 150 detik saja—tak peduli berapa lama mereka berkhotbah di dalam arena,” kata Mayor Janet Robson, yang mengkoordinir acara tersebut. “Ini memungkinkan acara utama untuk dihadirkan pada acara Late Night Alive setiap malam.”

Building 6 yang bergaya nightclub juga akan memberikan suasana yang informal bagi delegasi untuk saling mengenal satu sama lain. Janet sangat bersemangat.

“Late Night Alive akan jadi tontonan yang sangat santai dan menghibur,” kata Robson. “Saya mendorong semua orang untuk datang hadir, saling berhubungan dengan teman-teman dan menikmati semangat kongres.”

Kersten Rieder adalah asisten editor majalah Salvationist (Teritori Inggris dan Republik Irlandia)