Dalam teater yang ditujukan untuk memuat 4,000 penontong, hampir 12,000 warga Bala Keselamatan datang dari setiap penjuru dunia dan berhimpit-himpitan di lorong-lorong, dengan perasaan gelisah merapatkan tempat duduk dan mencari lantai kosong untuk duduk. Jenderal André Cox had kembali ke Zimbabwe, tempat kelahirannya.  

Bagian Komunikasi Kantor Pusat Internasional dan Teritori Barat SAVN.tv bermitra untuk mengabadikan adegan dan memproduksi sebuah film dokumenter, “Homecoming Africa,” tentang perjalanan Jenderal dan Komisioner Silvia Cox ke Zimbabwe yang akan menjadi film pertama yang ditayangkan perdana pada acara film festival Bala Keselamatan di Boundless – The Whole World Redeeming.

Tiga layar besar di Cineworld O2—bioskop kedua terbesar yang beroperasi di Inggris—akan menggelar film-film Bala Keselamatan pada 2-3 Juli, selama kongres perayaan hut Bala Keselamatan ke-150.   

“Beberapa pedoman dasar pengiriman ditetapkan dan festival lahir sebagai kompetisi berbasis kiriman,” ujar anggota Tim Kongres Internasional Jeremiah Hinson. “Saya mulai meneliti festival-festival film, berdiskusi dengan unit film Bala Keselamatan dan melacak kontennya.”

Total festiva menerima 35 kiriman dari pembuat film individu dari Polandia, India, Perancis, Jerman, Amerika, Inggris, Denmark dan Swiss. Hinson bermitra dengan SAVN.tv dan Salvation Army Today Teritori Amerika Serikat bagian Selatan untuk memilih hingga 10 film yang akan diputar. Semua kiriman akan ditampilkan pada Boundless YouTube channel.

“Kami ingin memberdayakan para pembuat film dan membukan pintu kesempatan seluas-luasnya agar karya mereka dapat digelar,” kata Hinson.

Selain dari tayangan perdana “Homecoming Africa,” Kantor Pusat Internasional dan SAVN.tv juga akan menayangkan “Ethembeni – A Place of Hope” dan sebuah film dokumenter yang menceritakan tentang keanekaragaman pelayananan Bala Keselamatan di India. 

Sekretaris Komunikasi Internasional Mayor John Murray, bersama dengan Manajer Web David Giles dan Asisten Sumber Daya Multimedia Gary Rose  melakukan perjalanan panjang selama tiga minggu di India, menjelajahi rumah sakit Bala Keselamatan, sekolah, program-program pelatihan dan prakarsa anti perdagangan manusia.

“Bala Keselamatan selalu memberikan bantuan hukum bagi mereka yang suaranya dibungkam,” kata Giles. “Merupakan kehormatan dapat melihat dan mendengar cerita-cerita dari ‘kisah-kisah bisu’ ini secara langsung.”

 “Ethembeni” menyoroti panti asuhan anak-anak Bala Keselamatan di Afrika Selatan yang menerima “bayi-bayi rongsokan,” yang seringkali menderita HIV/AIDS, yang diterlantarkan begitu saja di tempat barang rongsokan dan tempat-tempat sampah.   

Hinson berharap dapat melihat lanjutan pembuatan film dan acara penayangannya di Bala Keselamatan.

“Kami ingin menginspirasi orang-orang untuk berpikir outside the box [di luar kebiasaan], untuk bersikap kreatif, mendorong batasan-batasan dan memperluas jangkauan pembuatan film tentang Bala Keselamatan dan yang pada akhirnya pelebaran Kerajaan Allah,” katanya. “Kemungkinan-kemungkinan terbuka, peluang-peluang tersaji dengan sendirinya dan orang-orang diberdayakan.”